Mengoptimalkan Pembungaan hingga Pembentukan Buah dengan Teknologi Nutrisi Multiple Ultra Ionik

Image-Stroy

Memasuki fase generatif, tanaman membutuhkan asupan hara yang presisi agar proses pembungaan dan pembuahan berjalan secara maksimal. Penggunaan formula perangsang bunga dan buah yang tepat dapat membantu mendukung perkembangan bunga, pembentukan buah, serta menjaga potensi produktivitas tanaman.

Tanpa nutrisi yang memadai pada fase kritis ini, pertumbuhan bunga dan buah dapat terganggu sehingga berpotensi memengaruhi kualitas dan kuantitas hasil panen.

Pada fase generatif, fokus pertumbuhan tanaman beralih dari pembentukan vegetatif menuju generatif. Unsur hara Fosfat (P) dan Kalium (K) memiliki peran penting dalam proses ini.

Fosfat mendukung proses pembungaan dan perkembangan tanaman, sementara Kalium membantu mendukung pembentukan buah, kualitas hasil, serta ketahanan tanaman terhadap stres lingkungan.

Mengapa Perangsang Bunga dan Buah Berteknologi Multiple Ultra Ionik Lebih Efektif?

Tidak semua pupuk buah yang beredar di pasaran memiliki karakteristik dan efisiensi penyerapan yang sama. Petani modern memerlukan formulasi nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan tanaman serta dapat diaplikasikan secara efisien.

Inovasi pupuk cair Big Phospor hadir mengusung teknologi Multiple Ultra Ionik dengan kandungan utama P2O5 9% dan K2O 11% untuk mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi tanaman.

Keunggulan Utama Teknologi Multiple Ultra Ionik

  • Daya Serap Tinggi: Teknologi Multiple Ultra Ionik dirancang untuk membantu meningkatkan efisiensi penyerapan hara melalui aplikasi pada tanaman.
  • Perlindungan Ozon (O3): Menggunakan formula pelarut ber-ozon tinggi yang ditujukan untuk membantu menghambat perkembangan patogen seperti virus, bakteri, dan jamur.
  • Optimalisasi Hasil Panen: Mendukung pembungaan, pembentukan buah, serta perkembangan kualitas hasil panen sesuai kebutuhan nutrisi tanaman.

Panduan Aplikasi dan Dosis Pemakaian Presisi

Penggunaan nutrisi cair dapat dilakukan melalui metode penyemprotan (spray) agar nutrisi diaplikasikan secara langsung pada permukaan tanaman. Dosis dan frekuensi aplikasi sebaiknya disesuaikan dengan jenis komoditas serta petunjuk penggunaan produk.

Berikut adalah panduan dosis pemakaian untuk berbagai komoditas unggulan:

  • Padi & Jagung: Dosis 1 ml/liter air, diberikan saat perlakuan benih serta pada fase umur 20, 40, dan 60 HST.
  • Cabai & Tomat: Dosis 1–2,5 ml/liter air, diaplikasikan sejak perlakuan benih dan rutin setiap 15 hari sekali hingga panen.
  • Melon & Semangka: Dosis 1–2,5 ml/liter air, diberikan pada fase 15, 30, dan 45 HST.
  • Bawang Merah & Kentang: Dosis 2–2,5 ml/liter air, diaplikasikan secara berkala mulai umur 15–20 HST.

Tingkatkan Produktivitas Hasil Panen Agribisnis Anda

Investasi nutrisi yang tepat pada masa pembungaan dan pembuahan dapat memberikan dampak positif terhadap hasil yang diperoleh saat panen tiba. Pemanfaatan solusi nutrisi untuk fase pembungaan yang sesuai dengan kebutuhan tanaman dapat membantu mendukung perkembangan bunga dan buah sekaligus menjaga potensi produktivitas hingga masa panen.

wa-image
BACK TO TOP